Haruskah Lulusan IT Bekerja di Bidang IT juga?

0 Comments



Harus kerja setelah lulus kuliah

Mau ke mana setelah lulus kuliah?

Lulus kuliah bukan berarti selesai masalah, justru di sinilah awal semuanya. Meskipun saya belum pernah merasakan bagaimana rasanya lulus kuliah tapi kemungkinan tidak akan jauh berbeda dibanding dengan bagaimana ketika lulus SMA. Dulu, saat masih sekolah membayangkan bagaimana rasanya sudah lulus itu menyenangkan. Hari-hari diisi dengan kegiatan yang tidak membebani otak seperti ketika sekolah, menghasilkan uang sendiri, bebas mengatur waktu. Kira-kira hal-hal tersebut yang terlintas di bayangan ketika belum lulus Sekolah.

Lalu bagaimana kenyataannya? Ternayata tak se-menyenangkan bayangan sebelumnya. Justru masalah-masalah yang jauh lebih kompleks ketimbang sekedar memikirkan PR Matematika. Kerja mencari uang itu ternyata sulit, belum lagi ketika posisi kita adalah seorang perantau tentu pengaturan keuangan jauh lebih ketat. Bayangan-bayangan akan kesenangan ketika lulus sekolah pun ternyata nyaris hilang semua. Karena kenyataannya dunia di luar sekolah itu dunia yang lebih real, lebih kompleks, dan lebih ribet.

Haruskah bekerja sesuai jurusan?

Bekerja sesuai minat adalah hal yang menyenangkan. Lulus dari jurusan otomotif lalu bekerja di bengkel pun menyenangkan. Tapi, dalam keadaan aktualnya kadang kita sulit menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian kita. Apalagi kalau keahlian kita terbilang keahlian yang levelnya masih rata-rata, tidak ada lebihnya sama sekali. Akhirnya jadilah lulusan STM kerja jadi Office Boy, atau lulusan Teknik Informatika jadi Marketing. Yapps.. dari sudut pandang saya, hal-hal tersebut sih ga masalah selama kita bisa menikmati apa yang kita kerjakan. Mau anda lulusan mesin lalu kerja di pemasaran itu tidak terlalu menjadi masalah.

Apa yang seharusnya kita pahami saat terjun ke dunia kerja adalah, bagaimana kita menikmati setiap kegiatan dari pekerjaan kita. Ketika kita menjadi seorang marketing, maka nikmatilah bagaimana menjadi marketing itu seharusnya. Lalu bagaimana dengan bidang keahlian kita? Jika passion kita memang kurang pada pekerjaan yang kita jalani, sebaiknya tetap jalani saja. Bukan karena ingin stay di Comfort Zone tapi lebih karena penggalian ilmu dan bidang lain agar kita mempunyai nilai lebih. Untuk tetap bisa menyalurkan keahlian sesuai bidang kita, kita bisa mengambil waktu akhir pekan untuk mengisi kegiatan-kegiatan yang sesuai passion.

Kenapa harus bertahan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah untuk memberikan nilai tambah terhadap Anda. Walaupun pekerjaan anda tidak sesuai bidang keilmuan yang anda kuasai, ada baiknya tetap bertahan di pekerjaan tersebut dalam waktu sementara. Menurut saya ini berfungsi untuk mengembangkan bidang yang anda kuasai. Bukankah akan lebih baik jika anda seorang programmer lalu anda bekerja sebagai seorang pemasar dan setelah jangka waktu tertentu anda akan menjadi seorang programmer sekaligus marketter handal? Anda bisa menebak, apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang programmer yang juga marketter. Tentu ini adalah suatu kelebihan dibanding jika anda hanya seorang programmer saja tanpa menguasai bidang keilmuan lainnya.

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa saya buat berdasarkan pendapat subyektif pribadi adalah bahwa apapun jurusan anda saat sekolah, kuliah atau apapun bidang keilmuan yang anda kuasai, tidak berarti anda harus bekerja di bidang yang sama dengan keilmuan anda. Tetapi, bila bekerja pada kondisi seperti ini jangan buat pekerjaan tersebut sebuah pekerjaan permanen. Ingat, passion anda dalam mengerjakan sesuatu akan menjadi salah satu bekal kesuksesan. Keahlian / ilmu lain yang diperoleh dari pekerjaan lama adalah sebuah nilai tambah terhadap passion dan ilmu yang sudah anda miliki sebelumnya.

Baca Tulisan Lainnya Juga :)

0 komentar: