Kita Selalu Bangga Dengan Kebodohan

0 Comments


Wow sadis ya judulnya, hehehe... kaya saya orang pinter aja. eeh.. tapi kan tulisannya "kita" berarti penulis juga masuk dong.. hihi...

Sering ga sih kita melihat orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita sendiri kadang sulit menerima masukan dari orang lain. Padahal yang disampaikan adalah ilmu yang bermanfaat. Kita sering keukeu (baca: ngotot) dengan pendirian kita yang sebenarnya kita sendiri menyadari adalah sebuah kesalahan.

Saya jadi ingat ketika dulu ikut acara kemping yang diadakan sama remaja masjid di dekat tempat saya tinggal. Mereka mengadakan acara yang disebut tafakur alam, yang tujuannya adalah untuk belajar dan sekaligus peka terhadap lingkungan dan orang-orang sekitar.

Bagus sih tujuannya, tapi ada satu momen yang saya ingat terus untuk diambil pelajaran. Waktu itu kami para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi challenge untuk memecahkan suatu masalah dengan permainan. Nah, anggota kelompok saya waktu itu ada beberapa yang seumuran dengan saya (kalo ga salah waktu itu umur saya 16 th) tapi ada juga anggota yang lebih tua, mungkin sekitar 20 tahunan lah..

Nah, singkat cerita. Dalam problem solving yang kita lakukan, kita dituntut untuk bekerja sama. Yang saya inget banget, saat pemecahan masalah dalam salah satu permainan ada ide dari seorang teman yang usianya seumuran saya, bisa dikatakan junior lah.. Idenya cukup masuk akal dan mudah diterima untuk memecahkan masalah yang kami hadapi waktu itu. Tapi, senior yang notabene lebih tua dan juga sekaligus ketua kelompok tidak mau mendengarkan. Dia keukeuh dengan caranya sendiri, tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain, termasuk dari yang lebih junior. Setelah lama dan gagal terus, akhirnya ide dari teman junior itu dicoba dan anda tau hasilnya? sukses!! berhasil tanpa gagal sama sekali.

Berangkat dari cerita ini, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak melulu apa yang selama ini kita anggap benar dan kita pertahankan  itu mutlak benar. Kita musti banyak referensi dari luar. Tidak pandang dari mana pun asal referensi itu, selama masih bisa dikategorikan baik sebaiknya bisa kita terima. Atau paling tidak kita telaah untuk perbandingan dan pembelajaran. Dengan seperti ini tentunya cakrawala pemikiran kita akan bertambah luas, ilmu yang kita kuasai pun akan semakin banyak.

Sayangnya, dari yang perhatikan selama ini baik di dunia kerja, sosial, maupun lainnya, kebanyakan orang Indonesia itu adalah tipikal yang kokoh pendiriannya. Kokoh disini dalam hal mempertahankan pendapat ataupun keyakinan diri sendiri tanpa mencoba mempertimbangkan pendapat atau ilmu-ilmu dari orang lain.

Mungkin sudah ter-mind set atau apalah namanya. Yang jelas, effort yang kita lakukan untuk memajukan bangsa Indonesia itu akan tetap saja sia-sia kalau kita masih kaku dalam bertindak.

Hehehe.... bener ga ya? ..:)

Baca Tulisan Lainnya Juga :)

0 komentar: