Masalah Dalam Pendistribusian Installer Aplikasi Berbasis Java

0 Comments



Java Deployment

Java sebagai sebuah bahasa pemrograman yang multi-platform cukup banyak peminatnya, dalam hal ini minat untuk mendalaminya sebagai sebuah keahlian pemrograman. Dari mulai aplikasi desktop, aplikasi web, mobile bahkan sampai aplikasi embedded seperti mikrokontroler dapat dilakukan dengan java.

Saya pun termasuk yang minat untuk mempelajari Java mulai dari nol (saya betul-betul pemula hehe..). Selain karena memang pada banyak sumber rujukannya, saya juga butuh Java untuk memahami konsep OOP dengan benar (jujur, saya paling pusing kalo belajar soal Object Oriented karena memang dasar skill pemrogramannya masih minim :) ). Tapi, walaupun begitu saya masih ingin terus belajar memahami. Mudah-mudahan bisa (sebenernya sih udah ketinggalan jauh sama yang muda-muda hehe... ).

Oke, beberapa bulan yang lalu saya pernah membuat aplikasi sederhana berbasis Java. Sangat sederhana, hanya aplikasi konversi bilangan dari basis bilangan satu ke basis lainnya. Nah, karena saking sederhananya total keseluruhan aplikasi besarnya ga sampai 1 MB.

Setelah jadi, pengennya sih bikin installernya biar agak kerenan sedikit :ngakak: . Tapi ternyata di sinilah masalah di mulai. Aplikasi berbasis Java mempunyai ketergantungan terhadap JVM atau JRE untuk bisa berjalan, oke itu ga masalah di komputer saya. Tapi begitu saya ingin memindahkan aplikasi ini ke komputer lain, wah ternyata lumayan ribet. Meskipun memang tinggal copy paste file aplikasinya, tapi tidak serta merta membuat aplikasi berjalan di komputer tujuan. Ini karena di komputer tujuan belum terinstall Java.

Hmm.. gampang!! tinggal install Java di komputer tujuan, selesai!!

Nah, tapi inilah masalahnya. Untuk menjalankan aplikasi yang saya buat, yang ukurannya hanya kurang dari 1 MB saya harus menginstall mesin Java yang ukurannya Lebih dari 10 MB. Aduuh... ini pemborosan namanya, mending kalo punya installernya lah kalo ga punya? Jadilah harus download dan memakan kuota internet hmm....

Oke... solusi lain, meng-include / membundel JVM bersama aplikasinya. Wah wah wah... yang ini kayaknya jauh lebih ga mungkin. Karena walaupun komputer target tidak perlu mendownload Java dan menginstallnya, tapi aplikasi saya yang saya buat jadi membesar ukuran file-nya. Barangkali tidak terlalu bermasalah kalo sekadar transfer aplikasi dari satu komputer ke komputer lainnya dalam satu tempat atau satu ruangan. Tinggal copy paste saja, selesai. Tapi kan bukan itu yang kita inginkan.

Bukankah aplikasi yang bagus itu adalah aplikasi yang efisien? (kata efisien ini saya dapat dari seorang dosen, Bpk. Moch Arif / makasih pak :jempol: ) selain tentunya harus memberikan output yang benar. Kalo seperti kasus di atas, tentu bukan suatu hal yang efisien untuk ukuran aplikasi sederhana seperti itu.

Saya perhatikan juga ternyata kebanyakan aplikasi berbasis Java yang terkenal pun mengalami masalah seperti ini. Tapi kebanyakan dari mereka membundle Java bersama dengan installer aplikasinya. Contohnya adalah sepert Open Office, atau IBM SPSS. Lihat saja installernya yang wow  sangat besar sekali...

Tapi di luar itu, Java masih menjadi pilihan utama saat ini untuk pembuatan aplikasi yang sifatnya tulis sekali dan jalankan di mana pun karena multi platform-nya tersebut. Kita bisa membuat aplikasi untuk Windows 7 misalnya, tapi pembuatannya kita kerjakan dengan Linux.

Mudah-mudahan nantinya saya bisa banyak tau soal Java. Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Salam.


Baca Tulisan Lainnya Juga :)

0 komentar: