Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Bolehkah?

0 Comments


Saat kita tertinggal jauh dari keadaan orang lain disekitar, hampir bisa dipastikan akan ada rasa minder dalam diri kita. Entah dalam bidang apapun itu, karir kah, ilmu kah, kesabaran kah, atau sesuatu hal yang bersifat spiritual. Seperti apa yang saya rasakan beberapa tahun belakangan ketika akhirnya saya memutuskan ingin meneruskan sekolah saya yang sempat tertunda.

Minder dan Mundur

Ketika depresi datang dan tidak percaya diri
Menyadari kondisi usia yang dalam ukuran normal seharusnya saya sudah menyelesaikan pendidikan tingkat ini, sering kali rasa minder itu hinggap di pikiran saya. Teman-teman sebaya sudah mencapai taraf peng-aplikasi-an ilmu-ilmu yang mereka peroleh, sedangkan saya baru memulai dari awal. Atau, mungkin justru diantara mereka malah sudah berajak ke level pendidikan berikutnya atau bahkan mungkin sudah lulus. :)

Kondisi seperti ini lah yang membuat ke-tidak pede-an saya muncul. Sering terlintas di pikiran "kemana saja saya selama ini?" orang lain sudah beberapa langkah di depan, sedang saya baru memulai langkah pertama saya. Ahh... setidaknya saya sudah mengambil langkah, meskipun terlambat dan tertinggal jauh dari mereka.

Pembangkit Semangat

Dalam keadaan yang sering membuat down ketika menyadari langkah masih jauh di belakang yang lain, ketika itu pula semangat-semangat ingin mengejar timbul. Walaupun saya sadari, kurva semangat itu selalu berubah-ubah. Tapi inilah yang harus ditempuh. Bila tidak bertahan, maka malah akan semakin jauh terbelakang. Ini yang disebut istiqamah oleh agama, konsisten dalam hal melaksanakan kebaikan. In sya Allah apa yang saya kerjakan selama ini adalah untuk kebaikan.

Banyak bersyukur

Syukur Alhamdulillah, banyak orang-orang di sekitar yang mensupport saya dalam kondisi apapun. Orang-orang yang menaikan kurva semangat-semangat saya ketika ada di lembah sehingga kembali ke posisi normal dan meningkat.

Kesimpulan

Membandingkan diri dengan orang lain ada kalanya diperlukan. Untuk tujuan-tujuan positif dan memacu dan meningkatkan semangat untuk terus belajar memperbaiki diri. Apapun kondisi saat ini, dengan keinginan kuat dan istiqamah serta ihlas, in sya Allah semua akan berbuah manis.

Baca Tulisan Lainnya Juga :)

0 komentar: