Pengalaman Pribadi Berjualan dan Membuka Toko Online

0 Comments


Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan semesta alam. Apa yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai pengalaman pribadi dalam berjualan online.

Kemudahan Bisnis Online
Berbisnis online sesuai syariah

Salah satu hal yang membuat saya tertarik berjualan online adalah kemudahan, mulai dari segi pengadaan barang sampai transaksi pembayarannya. Oleh karenanya, saya pernah membuat sebuah web online shop yang menjual barang-barang kerajinan dan serta tas wanita dengan sistem dropship. Dropship? ya, dropship. Saya beranggapan dengan sistem dropship ini dapat meminimalisir kendala utama yang saya hadapi dalam berjualan yaitu stok barang. Artinya saya bisa meminimalkan modal pokok berupa uang, karena pada dasarnya saya tidak perlu memiliki barang apapun dan mempunyai stoknya sendiri.

Perkembangan Bisnis

Seiring dengan waktu, akhirnya saya melakukan beberapa kali penjualan. Ada beberapa yang hasil promosi offline antar beberapa rekan, ada pula dari pengunjung web yang memang sengaja melakukan pencarian di mesin pencari semisal Google dan akhirnya berkunjung ke toko online saya. Setelah beberapa penjualan tersebut, beberapa pelanggan pun bersedia menuliskan testimonial tentang kepuasan berbelanja di toko saya. Pada waktu itu, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Bahkan, tanpa saya ketahui ada sebuah portal berita yang cukup dikenal menuliskan review tentang toko online saya tersebut. Padahal saya tidak memintanya, dan saya baru tahu setelah beberapa bulan saya memutuskan menutup toko online tersebut. Loh tutup? Kenapa? Padahal sudah punya pelanggan?

Pergerakan Waktu

Bukan sekedar karena kendala permodalan saja, ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya memutuskan menutup toko tersebut.

Pertama, saya belum cukup paham mengenai metode penjualan online serta strategi bertahannya. Memang, strategi dan metode bisnisnya bisa saja dipelajari sambil jalan dengan cara terus melakukan revisi dalam hal format dan strategi yang diterapkan. Saya ingat beberapa pepatah seperti stop talking, take action. Tapi sebenarnya bukan karena saya tidak mau mengambil aksi dan terus menerus merencanakan dalam tahap teori. Bukan karena itu. Inti dari alasan berhentinya toko saya ada pada bagian kedua.

Kedua, ada ganjalan di hati atau kegalauan mengenai metode dropship yang saya kerjakan dengan toko online tersebut. Saya saya khawatirka disebabkan karena minimnya ilmu saya dalam hal jual beli menurut syari'at Islam ( muammalah ). Sebagai seorang muslim, saya ingin apa-apa yang saya kerjakan tidak bertentangan dengan ajaran dan rambu-rambu yang ditetapkan syari'at termasuk dalam hal mencari rizki. Sependek pengetahuan saya, Islam memperbolehkan jual beli namun dengan aturan-aturan tertentu. Nah, menilik ke kasus toko online saya, ada sedikit keraguan dalam hati mengenai bagaimana hukum berjualan yang saya kerjakan.

Yang saya ragukan adalah, Sistem dropship yang saya kerjakan mendekati kriteria "membohongi pelanggan" padahal berbohong sudah jelas dilarang. Loh kenapa berbohong? Saya katakan mendekati kriteria berbohong karena pada dasarnya saya tidak mempunyai barang apapun yang saya jual secara aktual fisiknya. Artinya, saya menjual barang yang sebenarnya tidak saya miliki. Padahal Nabi melarang jenis jual beli yang seperti ini

"Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, Tirmidzi no. 1232 dan Ibnu Majah no. 2187. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).

Lalu kemudian, barang yang saya jual tersebut dibungkus (packing) dengan meng-atasnamakan toko saya. Ini yang kemudian saya merasa saya sedang berbohong kepada pelanggan.

Ketika saya merasa ragu, maka saya lebih baik meninggalkannya saja agar lebih aman dan lebih plong di hati.

Berilmu sebelum berdagang

Dengan keraguan tersebut, alhamdulillah saya diberi keinginan keras untuk mencari tahu. Mencari ilmu muamallah yang berdasarkan hukum-hukum syariat. Dan syukur alhamdulillah meski belum sepenuhnya mengerti, saya menemukan jawaban mengenai hukum berjual beli dengan metode dropship menuruk kacamata syari'ah.

Berjual beli dengan sistem dropship seperti yang saya paparkan di atas pada dasarnya adalah tidak boleh. Karena ada unsur kebohongan di dalamnya, dan Rasul melarang jual beli barang yang belum menjadi milik kita. Nah, solusi yang saya petik dari hasil pencarian saya adalah boleh saja berjualan dengan cara dropship dengan beberapa catatan diantaranya :


  • Berjualan sebagai agen atau wakil dari supplier kita.
  • Berjualan sebagai calo atau broker ( tapi ada beberapa catatan lagi mengenai rambu-rambu sebagai calo atau broker, yang ini saya masih belum banyak paham. Masih berusaha menggali ilmunya ).
  • Berjualan sendiri dengan syarat barang yang dijual harus dimiliki terlebih dahulu.


Ada dua cara yang bisa ditempuh yaitu bai' al murabahah lil amir bisy syira' dan bai' salam. Nah untuk kedua istilah ini saya masih mempelajarinya.

In sya Allah setelah paham betul mengenai kaidah-kaidah muamalah saya akan kembali beraksi mencari rizki halal dengan cara berniaga.

Demikian tulisan kali ini, mohon dikoreksi apabila ada isi yang salah atau tidak sesuai karena dalam hal ini saya masih dalam taraf belajar. Mudah-mudahan dimudahkan. Amin

Semoga bermanfaat.
referensi kutipan :
http://rumaysho.com/muamalah/sistem-dropshipping-dan-solusinya-3035
http://rumaysho.com/muamalah/aturan-jual-beli-2-syarat-bagi-orang-yang-melakukan-akad-jual-beli-2306
http://rumaysho.com/muamalah/hukum-komisi-bagi-broker-makelar-1671
http://pengusahamuslim.com/peluang-bisnis-online-dan-potensi-1842
http://pengusahamuslim.com/transparan-dalam-bisnis-1368

Baca Tulisan Lainnya Juga :)

0 komentar: